Apakah Pohon Berdoa ?

APAKAH POHON BERAGAMA?

Seharusnya kita bisa menjawab dengan mudah pertanyaan tersebut. Pohon tidak punya agama. Ya benar. Namanya juga pohon. Walaupun cemara digunakan untuk hiasan natal, dan janur digunakan untuk ketupat idul fitri, pohon tetap saja pohon.

Uniknya, dalam Al-Quran dan hadist disebutkan beberapa kisah dimana pohon mengambil sebuah keputusan untuk menolong para pemeluk agama tertentu.

Sebut saja pohon kurma yang menjadi sandaran Ibunda Maryam, ia meruntuhkan buah-buah ranum ketika sang Ibunda menggoyangkan batangnya, seperti dalam Surat Maryam ayat 25,

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَباً جَنِيّاً

"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."

Begitu pula kisah pelepah pohon kurma yang mencintai Rasulullah dan menangis saat ia tidak lagi dijadikan sebagai mimbar di Masjid Nabawi. Pelepah pohon ini lantas dipeluk oleh Rasulullah sehingga ia terdiam dari tangisnya. (Hadist Riwayat Bukhari)

Jangan lupa dengan pohon ghorqod, yaitu pohon yang tumbuh di kawasan Israel. Pada akhir zaman nanti pohon ini akan melindungi orang-orang Yahudi saat bersembunyi di balik kerimbunan dedaunan yang mereka miliki. (Hadist Riwayat Muslim)

Jadi, pohon memang tidak beragama. Tetapi, ketiga kisah di atas membuktikan pohon tetap membuat suatu keputusan. Apakah ia mengambil tindakan yang benar, atau sebaliknya.

Seharusnya hal ini teguran telak bagi kita, karena kita bukan pohon. Kita tidak berakar, berbatang, dan berdaun. Kalau tidak percaya, cobalah berkaca. Insya Allah akan kelihatan jelas kalau kita bukan pohon.

Lebih dari sekedar kita ini bukan pohon, satu hal yang terpenting, kita beragama! Agama yang mengajarkan mana yang benar dan salah, mana yang hak dan bathil, serta mana yang bermanfaat dan merugikan. Agama kita telah mengatur semuanya.

Tetapi mengapa kita yang telah beragama ini tidak bisa membuat sebuah keputusan? Tidak pula sanggup menentukan tindakan yang benar atau sebaliknya?

Saudaraku, mari kita sadari bahwa sudah menjadi sifat alamiah kita sebagai manusia beragama -dan bukan pohon- bahwa kita sejatinya sanggup menentukan pilihan, mana tindakan yang bermanfaat dan segera kita lakukan. Mana pula tindakan yang tidak bermanfaat dan segera kita tinggalkan. Pasti sanggup. Harus sanggup. Malu sama pohon.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Untuk informasi umroh super promo  silahkan klik Paket Umroh Promo

Subscribe to receive free email updates: