UTAMAKAN DISKUSI

*Kedepankan Diskusi, bukan Persekusi*

1. Dalam konsep ekonomi pasar, produk hanya bisa diimbangi dengan produk. Jika ada orang menjual mendoan yang enak, maka jangan dilarang dengan ujaran dan hujatan "jangan makan mendoan nanti perutmu mules".

2. 'Lawanlah' dengan elegan. Buatlah produk tandingan yang tak kalah enak dan lebih menarik, seperti kripik tempe atau tempe goreng manis, misalnya.

3. Dari sana selera pasar akan terbentuk. Atau buatlah sajian tempe yg menarik, enak dan terkesan gaul nan elegan. Di era sekarang, saya kira, industri pasar sudah masuk pada persaingan kreativitas dalam hal daya tawar produk.

4. Hal yang sama dalam konteks kekinian adalah 'jualan' pemikiran. Lawanlah ide dengan ide yg lebih 'tangguh'. Elegan dalam berargumen dan jangan - alih-alih mengajak umat utk meninggalkan ide yg hebat malah Anda terkesan (maaf) bodoh dan 'lugu' | eh, ujung-ujungnya main fisik juga; bubarin pengajian sana-sini dengan alasan yang memalukan.

5. Diskursus seputar khilafah - dengan pro-kontranya -, misalnya, telah memperlihatkan era baru dalam perjalanan dakwah ideologis. Para elit intelektual sudah mulai 'melirik' pembahasan seputar khilafah dengan berbagai argumentasinya.

6. Cukup disayangkang, dalam pergolakan pemikiran yang ada, masih banyak para aktor intelektual yang tak mengedepankan argumentasi logis, rasional, dan memuaskan | hatta, sekelas profesor sekalipun dalam membantah ide khilafah lebih terkesan 'mengarang bebas', minim data, ahistoris, dan tendensius.

7. Kembali ke konsep ekonomi pasar, produk lawan dengan produk (yang lebih berkualitas). Ide khilafah silakan dibantah, tapi tunjukkan argumentasi yang lebih rasional dan objektif. Mari berdiskusi dengan elegan, mengedepankan intelektualitas yang objektif.

8. Jika hari ini ada kelompok dakwah yang gencar mendakwahkan tentang pentingnya kesadaran umat akan terminologi negara dalam Islam -- khilafah atau imamah -- dan Anda kurang setuju dengan ide tersebut, mari kita diskusikan. Jangan malah melarang sekelompok orang tadi untuk menjelaskan tentang khilafah dengan argumen yang Anda sampaikan (maaf sekali lagi) begitu dangkal dan memalukan.

9. Siapapun Anda, profesorkah, penulis bukukah, intelektualkah, pemangku kebijakankah, atau siapapun yang masih kurang paham dengan ide khilafah (imamah), mari kita diskusikan dengan baik | jangan tebar pesona dengan menebar fitnah kepada kelompok dakwah ideologis yang ada; ini anti-pancasila, itu anti-NKRI.

10. Pemikiran itu tak sama dengan proses mudik, tak usahlah buat pos pengaduan apalagi pos 'pengobatan' hanya untuk 'menghancurkan' kelompok dakwah di kampus-kampus (menurut info, ada sekelompok orang yang membuat 'pos aduan' utk melaporkan jika melihat ada orang yang mendakwahkan khilafah) | lebih baik minum mi*one agar semangatmu dan konsentrasimu kembali pulih, atau butuh piknik? | sekali lagi, mari kita berdiskusi tentang Islam dengan elegan dan tanpa kekerasan.

Saudaramu, @rikinasrullah

----------
Anda butuh informasi jadwal keberangkatan umroh promo yang aman dan biaya terjangkau ?
Silahkan klik biaya umroh dalam rupiah

Dan khusus bagi anda yang ingin umroh di bukan suci ramadhan silahkan klik paket umroh murah bulan ramadhan 2018

Subscribe to receive free email updates: