Keajaiban Kelapa

THE MIRACLE OF COCONUT

Tadi sore ibu saya masak bubur kacang hijau, tetapi lupa membuat santannya. Jadilah saya dapat tugas membeli kelapa parut saat itu juga, karena bubur kacang tersebut rencananya untuk disajikan kepada jamaah pengajian.

Di rumah saya memang setiap malam Senin diadakan pengajian fiqih. Jamaahnya remaja-remaja sekitar lingkungan. Ada sih yang berasal dari jauh, tapi hanya beberapa. Pengajarnya seorang guru khusus yang memang 'alim di bidang ini.

Kebetulan desain rumah saya memiliki dua ruangan di bagian depan yang terpisah dengan garasi di tengah-tengah. Ruang depan yang sebelah kiri menjadi ruang tamu, adapun yang sebelah kanan saya fungsikan menjadi ruang pengajian.

Saya melihat banyak para dokter dan bidan dengan bangga membuat ruangan tersendiri di rumahnya untuk tempat praktek. Begitu pula para pengacara dan notaris, biasanya memiliki ruangan tersendiri di rumahnya untuk tempat konsultasi dengan klien.

Tidak terkecuali para guru ngaji juga melakukannya. Maka sayapun memodifikasi ruangan khusus yang hanya diperuntukkan mengaji, untuk meneladani mereka.

Kembali ke santan, akhirnya saya keluar rumah mencarinya. Alhamdulillah ada penjual kelapa yang masih buka sampai malam.

Saudara pasti ingat berapa banyak lapisan yang melindungi air kelapa. Pertama sabut yang paling luar. Berikutnya batok bagian tengah yang paling keras dan perlu cukup tenaga untuk memecahkannya.

Terakhir adalah daging kelapa yang berbentuk bulat. Bagian inilah yang kelak diparut untuk menjadi santan. Mari mengingat lebih detail lagi, bahwa ketiga lapisan tersebut sangat tertutup rapat, sangat kedap air, dan tidak ada celah sekecil apapun.

Lalu pertanyaannya dari mana air kelapa bisa masuk ke tengah-tengah menembus sabut, batok, dan daging tanpa melubangi ketiganya? Sungguh mustahil!

Siapa yang memasukkan air kelapa itu? Bagaimana caranya? Hanya Allah yang mampu melakukan hal luar biasa tersebut. Terkadang kita tidak menyadari bahwa kita dikelilingi keajaiban dari Allah.

Maka mengapa kita masih ragu bahwa Allah juga mampu memasukkan iman yang jernih ke dalam lubuk hati kita meskipun selama ini hati kita begitu tertutup rapat dari kebaikan.

Sebagaimana mudah pula bagi Allah memasukkan air yang jernih ke tengah-tengah buah kelapa. Semua dimulai dari kesungguhan diri kita sendiri untuk mengharap rahmat Allah.

Ust Arafat

------------

Anda ingin berangkat haji plus tanpa antri ? Silahkan klik haji plus non kuota

Untuk informasi perjalanan umroh plus turki silahkan klik biaya umroh plus turki murah

Subscribe to receive free email updates: